Batam.Jurnalisia.com– Pemerintah Kota Batam bergerak cepat menangani krisis ketenagakerjaan yang menimpa ratusan buruh PT Ghim Li Indonesia. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pihaknya segera membentuk tim khusus untuk mendalami sekaligus menginvestigasi kondisi internal perusahaan tekstil tersebut.
Langkah investigasi ini akan mengandalkan koordinasi lintas lembaga bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM guna memastikan kepatuhan regulasi dan perlindungan investasi.
Jaminan Perlindungan Buruh
Di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ketidakjelasan nasib operasional perusahaan, Pemko Batam memberikan jaminan sosial bagi para pekerja terdampak:
- Jaminan Sosial: Pemko Batam memastikan seluruh pembiayaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan para pekerja tetap ditanggung daerah selama krisis berlangsung.
- Mediasi Manajemen: Pemerintah berkomitmen memanggil dan mempertemukan jajaran manajemen PT Ghim Li Indonesia secara langsung dengan perwakilan buruh.
- Penelusuran Tuntas: Tim khusus ditugaskan membongkar akar masalah keuangan maupun operasional yang memicu ketidakpastian di tingkat perusahaan.
Ketua PC SPAI FSPMI Kota Batam, Hartono, menyambut baik respons cepat pemerintah. Menurutnya, transparansi manajemen menjadi tuntutan utama para pekerja yang membutuhkan kepastian status kerja maupun hak-hak ketenagakerjaan mereka.
Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada para pekerja yang memilih jalur dialog diplomatis dan menjaga kondusifitas iklim investasi di Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) Batam. Investigasi resmi dijadwalkan berjalan pekan ini untuk menentukan langkah hukum dan kebijakan ketenagakerjaan selanjutnya.
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
BisnisOktober 25, 2026Diduga Kongkalikong Sejak Awal, Proyek Mangkrak CV Mitra Konstruksi Ancam Jerat Hukum PPK dan Pemulihan Hak Masyarakat
FokusOktober 25, 2026Lemhannas Dorong Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan Kawal Indonesia Emas 2045
BisnisOktober 22, 2026Bareskrim Usut Dugaan Sabotase Blackout Batam–Bintan, 5 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
BisnisOktober 20, 2026Di Tengah Banjir Disinformasi, Wamenkomdigi Sebut Publik Butuh Pers Jernih dan Akurat

