Sarilamak.Sumbar.Jurnalisia.com– – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan bahwa keluarga harus diposisikan sebagai hulu dari segala kebijakan publik, bukan sekadar objek hilir dari pembangunan. Di tengah tantangan global dan digitalisasi, penguatan institusi keluarga mendesak dilakukan untuk menangkal fenomena fatherless country (krisis kehadiran figur ayah) dan memutus mata rantai stunting (tengkes) demi mencetak generasi yang kompetitif di era kecerdasan buatan (AI).
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Kantor Bupati, Sarilamak, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wabup membacakan arahan strategis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan RI, DR. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
”Peringatan Harganas bukanlah sekadar seremonial tahunan. Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua akan peran strategis keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan budi pekerti anak-anak kita,” ujar Ahlul Badrito di hadapan jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara (ASN).
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
FokusJuli 24, 2026Resmi Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Evaluasi Perkara Kakap dan Pulihkan Kepercayaan Publik
FokusJuli 23, 2026Satu Standar Penghitungan Kerugian Negara: Tantangan Hakim MK Saldi Isra untuk BPK dan Penegak Hukum
FokusJuli 22, 2026Kejari Banjar Geledah Dinkes, Sita 48 Dokumen dan Komputer Terkait Proyek RS Tipe D Gambut
FokusJuli 22, 2026Pemerintah Kucurkan Rp 21,16 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera

