Sarilamak.Sumbar.Jurnalisia.com– – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan bahwa keluarga harus diposisikan sebagai hulu dari segala kebijakan publik, bukan sekadar objek hilir dari pembangunan. Di tengah tantangan global dan digitalisasi, penguatan institusi keluarga mendesak dilakukan untuk menangkal fenomena fatherless country (krisis kehadiran figur ayah) dan memutus mata rantai stunting (tengkes) demi mencetak generasi yang kompetitif di era kecerdasan buatan (AI).
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Kantor Bupati, Sarilamak, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wabup membacakan arahan strategis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan RI, DR. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
”Peringatan Harganas bukanlah sekadar seremonial tahunan. Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua akan peran strategis keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan budi pekerti anak-anak kita,” ujar Ahlul Badrito di hadapan jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara (ASN).
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
BisnisOktober 25, 2026Diduga Kongkalikong Sejak Awal, Proyek Mangkrak CV Mitra Konstruksi Ancam Jerat Hukum PPK dan Pemulihan Hak Masyarakat
FokusOktober 25, 2026Lemhannas Dorong Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan Kawal Indonesia Emas 2045
BisnisOktober 22, 2026Bareskrim Usut Dugaan Sabotase Blackout Batam–Bintan, 5 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
BisnisOktober 20, 2026Di Tengah Banjir Disinformasi, Wamenkomdigi Sebut Publik Butuh Pers Jernih dan Akurat

