Sarilamak.Sumbar.Jurnalisia.com– – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan bahwa keluarga harus diposisikan sebagai hulu dari segala kebijakan publik, bukan sekadar objek hilir dari pembangunan. Di tengah tantangan global dan digitalisasi, penguatan institusi keluarga mendesak dilakukan untuk menangkal fenomena fatherless country (krisis kehadiran figur ayah) dan memutus mata rantai stunting (tengkes) demi mencetak generasi yang kompetitif di era kecerdasan buatan (AI).
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Kantor Bupati, Sarilamak, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wabup membacakan arahan strategis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan RI, DR. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
”Peringatan Harganas bukanlah sekadar seremonial tahunan. Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua akan peran strategis keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan budi pekerti anak-anak kita,” ujar Ahlul Badrito di hadapan jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara (ASN).
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
BisnisSeptember 8, 2026Batam Hanya Miliki Satu PSN, Amsakar Upayakan Titik Tengah Polemik Rempang Eco City
FokusSeptember 6, 2026SKANDAL DAK NIAS BARAT: PROYEK RSUD CERAH MEDIKA RP138,2 MILIAR MANGKRAK, RESMI DILAPORKAN KE KEJAGUNG
FokusSeptember 6, 2026Baru Dikerjakan, Proyek Talud dan Rabat Beton Provinsi Sidrap Hancur PPK dan Kontraktor Disorot.
FokusSeptember 5, 2026Kualitas Beton Buruk, Rekonstruksi Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar: Indikasi Lemahnya Pengawasan dan Dugaan Permainan Proyek

