Jakarta.Jurnalisia.com–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima orang aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Selasa (9/6/2026). Juru Bciara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penangkapan tersebut merupakan lanjutan dari kasus dugaan suap Bupati Muara Enim Edison yang terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6/2026).
“KPK kembali melakukan tangkap tangan lanjutan dari perkara tersebut di mana untuk tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/6/2026)
Peta Kasus OTT KPK (11 Juni 2026)
Aktor Utama yang Terjerat: Bupati Muara Enim (Edison) dan 5 ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Total Pihak yang Diamankan: 11 orang (Terbagi dalam 2 klaster: 6 orang di OTT awal, 5 orang ASN BPK).
Wilayah Operasi: Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Modus Operandi: Dugaan suap untuk memengaruhi atau “mengondisikan” hasil temuan pemeriksaan BPK terkait proyek pengadaan barang di Kabupaten Muara Enim.
Objek Proyek: Pengadaan smart board (termasuk smart TV).
Nominal & Aliran Dana: Terindikasi ada aliran dana sebesar Rp500 juta dari pihak swasta ke Pemkab Muara Enim, yang kemudian sebagian diduga mengalir ke kantong oknum BPK sebagai pelicin.
Catatan Penanganan Kasus:
Sesuai dengan KUHAP dan prosedur penegakan hukum KPK, lembaga antirasuah ini memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk memeriksa, menentukan konstruksi perkara, dan menetapkan status hukum (sebagai tersangka atau saksi) bagi pihak-pihak yang diamankan.
Informasi resmi mengenai detail identitas ASN BPK serta kronologi lengkap biasanya akan diumumkan oleh KPK melalui konferensi pers resmi setelah batas waktu pemeriksaan tersebut selesai.
Penulis

- Wartawan Senior
Artikel terbaru
BisnisOktober 25, 2026Diduga Kongkalikong Sejak Awal, Proyek Mangkrak CV Mitra Konstruksi Ancam Jerat Hukum PPK dan Pemulihan Hak Masyarakat
FokusOktober 25, 2026Lemhannas Dorong Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan Kawal Indonesia Emas 2045
BisnisOktober 22, 2026Bareskrim Usut Dugaan Sabotase Blackout Batam–Bintan, 5 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
BisnisOktober 20, 2026Di Tengah Banjir Disinformasi, Wamenkomdigi Sebut Publik Butuh Pers Jernih dan Akurat

